Kekurangan Produk Video Learning Bahasa Inggris

Awas! Ini 5 Kekurangan Produk Video Learning Bahasa Inggris

Halo, TNers! Kesibukan kuliah bikin kamu susah cari waktu untuk kursus? Kondisi inilah yang membuat  video learning jadi solusi praktis untuk kamu yang gak punya waktu tapi tetap pengen jago bahasa inggris. Tapi, sebelum check out pastikan kamu memahami apa saja kekurangan produk video learning bahasa Inggris supaya supaya kamu bisa mengantisipasinya dan waktu belajarmu gak terbuang percuma.

Baca Juga: 7 Manfaat Video Learning – Jago Bahasa Inggris Tanpa Ribet!

Kekurangan Produk Video Learning Bahasa Inggris

Belajar melalui video learning memang lebih fleksibel, tapi bukan berarti tanpa resiko. Itulah kenapa Minol merangkum apa saja kekurangan produk video learning bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan. Yuk, simak poinnya satu per satu!

1. Minimnya Interaksi dan Feedback Langsung

Konsep video learning adalah pembelajaran satu arah. Jadi, pas kamu bingung atau salah dalam mempraktikkan materinya, gak ada guru yang bisa langsung mengoreksi. Tanpa real-time feedback seperti ini, kesalahan kecil dalam pengucapan atau grammar terus terbawa dan jadi kebiasaan yang susah diubah.

2. Terbatasnya Latihan Speaking

Bahasa Inggris itu keterampilan yang harus dipraktikkan, bukan cuma dihafal. Sayangnya, produk video learning bahasa Inggris  sifatnya yang pasif, sehingga kamu gak punya partner untuk latihan speaking. Hasilnya, kamu mungkin paham listening, writing atau reading, tapi pas harus speaking malah kagok karena mulutmu gak terbiasa dilatih.

3. Butuh Kedisiplinan yang Tinggi

Jujur deh, pasti sering kan niatnya mau belajar tapi malah berakhir scrolling media sosial? Belajar melalui video itu butuh kedisiplinan yang tinggi karena gak ada jadwal tetap atau tutor yang memantau. Tanpa pengawasan, kamu akan terus menunda-nunda sesi belajar. Perlahan motivasi semakin drop, sehingga materi yang kamu beli hanya tersimpan gitu aja tanpa pernah dipelajari dengan benar.

4. Konten Gak Up to Date

Bahasa Inggris itu terus berkembang. Setiap tahun selalu ada pembaruan standar tes, study case, hingga slang terbaru. Karena bersifat pre-recorded, materi video sering kali gak bisa di-update secepat itu. Akibatnya, apa yang kamu pelajari bisa jadi kurang relevan dengan standar atau kebutuhan saat ini.

5. Risiko Miskonsepsi

Untuk mendapatkan durasi yang singkat, pembuat video sering kali menyederhanakan materi secara berlebihan. Masalahnya, kalau kamu belum punya dasar yang kuat, penyederhanaan ini bisa memicu salah paham. Karena gak ada ruang untuk bertanya lebih lanjut, kamu pun cuma sekadar tahu materi itu tanpa benar-benar mengerti konsep dasarnya.

Baca Juga: Tips Sederhana Untuk Belajar bahasa Inggris Secara Mandiri

Jangan jadikan kekurangan produk video learning bahasa Inggris ini sebagai alasan untuk menganggap bahwa metode ini buruk, ya! Poin-poin tersebut justru bisa menjadi pengingat supaya pengguna lebih aktif mencari latihan tambahan, seperti bergabung di komunitas atau rajin praktik mandiri di depan cermin. Intinya, video learning hanya sebagai alat bantu, keberhasilan belajar tetap bergantung pada kedisiplinan mempraktikkannya setiap hari.

Meskipun punya tantangan tersendiri, metode ini tetap bisa jadi solusi praktis jika materi yang kamu pilih berkualitas. Kamu bisa coba Produk Video Learning dari Titik Nol English Course. Disini, materi disusun secara berjenjang dan sistematis, jadi kamu gak akan merasa bingung meski belajar mandiri. Kamu juga bebas mengatur waktu di tengah kesibukan, tapi dengan progres yang tetap jelas dan terukur. 

Gimana, sudah siap untuk mulai belajar lagi hari ini?

+ posts

SEO Content Writer