Awal Mula & Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri

Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri

Hai TNers! Siapa sih yang belum pernah dengar Kampung Inggris Pare? Kampung yang ada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini sudah jadi pusat belajar bahasa Inggris terbesar se-Indonesia. Tapi, tahu gak gimana sejarah Kampung Inggris Pare Kediri bermula? Ternyata, semuanya berawal dari perjuangan satu orang yang gak pernah kebayang bakal jadi sebesar ini. Yuk, simak bareng Minol perjalanan Kampung Inggris dari nol sampai sebesar sekarang.

Baca Juga: 5 Tips Mudah Belajar Bahasa Inggris Untuk Pemula

Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri

Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri dimulai pada tahun 1977 saat Mohammad Kalend Osen, seorang santri, mendirikan lembaga kursus Basic English Course (BEC). Berawal dari membantu seorang mahasiswa asing dan mengajar beberapa murid, metode pembelajarannya yang unik dan efektif membuat BEC cepat dikenal hingga berkembang menjadi pusat belajar bahasa Inggris bagi pelajar dari berbagai daerah.

Perkembangan Kampung Inggris Pare

Seiring meningkatnya minat belajar bahasa Inggris di Pare, para alumni BEC mulai mendirikan lembaga kursus serupa dengan menerapkan metode dan disiplin yang sama. Kini, telah berdiri ratusan lembaga kursus dengan beragam pilihan program. Hal inilah yang membuat kawasan tersebut populer dengan sebutan “Kampung Inggris Pare Kediri”, karena aktivitas berbahasa Inggris terdengar di hampir setiap sudut desanya.

Peran Kalend Osen dalam Perkembangan Kampung Inggris

Mr. Kalend Osen bukan hanya sekadar pendiri, tetapi juga sosok yang membawa perubahan besar dalam metode pembelajaran bahasa Inggris di Pare. Dengan prinsip “learning by doing,” beliau mendorong siswa untuk terus berlatih berbicara bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu faktor utama mengapa metode pembelajaran di Kampung Inggris begitu efektif dan diminati banyak orang.

Dampak Sosial dan Ekonomi Kampung Inggris

Perkembangan Kampung Inggris Pare juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Banyak warga lokal yang membuka usaha seperti kos-kosan, warung makan, dan penyewaan sepeda untuk mendukung kebutuhan para pelajar yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan meningkatnya jumlah siswa, ekonomi lokal juga ikut berkembang serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Pare.

Transformasi Kampung Inggris Menjadi Eduwisata

Untuk meningkatkan profesionalisme kawasan Kampung Inggris Pare, Pemerintah Kabupaten Kediri meresmikan daerah tersebut sebagai destinasi eduwisata. Pengembangan ini direalisasikan melalui penataan kawasan lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dimulai pada tahun 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 41 miliar.

Faktor Kesuksesan Kampung Inggris Pare

Ada beberapa faktor yang membuat Kampung Inggris Pare begitu sukses dan diminati banyak orang:

A. Metode Pembelajaran yang Efektif

Berbeda dari metode konvensional di sekolah, sistem pembelajaran di Kampung Inggris berfokus pada praktik langsung yang intensif dan interaktif. Pengajaran mengutamakan latihan berbicara melalui role play, debat, storytelling, hingga public speaking. Dengan prinsip utama memupuk keberanian berbicara, metode ini membantu siswa menguasai bahasa Inggris dengan jauh lebih cepat.

B. Lingkungan yang Mendukung

Kampung Inggris menawarkan atmosfer belajar yang sangat khas. Di sini, interaksi dalam bahasa Inggris tidgak hanya terjadi antar-pelajar dan tutor, tetapi juga melibatkan para pedagang di sekitar kawasan. Kehadiran program English Area di berbagai lembaga kian memperkuat kebiasaan ini dengan mewajibkan peserta berkomunikasi penuh dalam bahasa Inggris. Lingkungan yang kondusif ini secara efektif membantu siapa saja yang ingin mempercepat dan melatih kelancaran berbicara.

C. Pilihan Program yang Beragam

Lembaga di Kampung Inggris menawarkan sistem belajar yang sangat fleksibel. Siswa bebas memilih program sesuai kebutuhan mulai dari kelas dasar hingga persiapan TOEFL dan IELTS. Dengan durasi yang dapat disesuaikan, mulai dari 2 minggu hingga 6 bulan. Fleksibilitas ini sangat ideal bagi pelajar, mahasiswa, hingga karyawan yang ingin mengasah bahasa Inggris di masa libur.

D. Biaya yang Terjangkau

Salah satu daya tarik utama Kampung Inggris adalah biaya pendidikan dan hidupnya yang sangat terjangkau. Dengan sewa hunian Rp400.000–Rp800.000 per bulan, porsi makan Rp8.000–Rp15.000, serta biaya kursus Rp200.000–Rp1.000.000 per program, peserta bisa hemat banyak. Hanya dengan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta, siapa pun sudah bisa belajar bahasa Inggris secara intensif selama sebulan penuh.

E. Dukungan Komunitas yang Kuat

Menjalani hari-hari di Kampung Inggris bukan sekadar belajar bahasa, melainkan membangun komunitas yang saling mendukung. Interaksi dengan siswa dari berbagai daerah hingga mancanegara menciptakan lingkungan belajar yang erat dan menyenangkan. Selain melatih kemandirian dan memperluas relasi, ikatan komunitas di Pare ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi para alumninya.

Baca Juga: 7 Tips Mudah Belajar Grammar Bahasa Inggris Paling Efektif

Program Kursus Bahasa Inggris Online

Begitulah sejarah Kampung Inggris Pare Kediri yang menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil yang dibarengi niat tulus mampu menjelma jadi gerakan besar. Berawal dari semangat belajar dan kuatnya rasa kebersamaan, kawasan ini tumbuh menjadi ekosistem pendidikan yang berdampak luas. Kisah ini mengajarkan bahwa kunci mahir berbahasa Inggris terletak pada keberanian praktik, bukan hanya sekadar hafalan teori saja.

TNers, buat kamu yang makin semangat menguasai bahasa Inggris, gak perlu jauh-jauh ke Pare untuk merasakan suasana belajarnya. Kamu bisa ikut Program Kursus Bahasa Inggris Online dari Titik Nol English Course langsung dari rumah. Ditemani tutor berpengalaman lewat kelas live via Zoom, kamu bisa belajar grammar dan speaking secara terstruktur dengan jadwal fleksibel, termasuk pilihan kelas malam.

Yuk, mulai perjalanan belajarmu di Titik Nol English dan rasakan pengalaman belajar yang berbeda! 

+ posts